BTC $69,606.00 +4.15%
ETH $2,077.09 +5.85%
XRP $1.45 +6.14%
ADA $0.28 +6.05%
SOL $85.92 +7.86%

USD1 Melonjak Jadi Stablecoin Terbesar ke-7 Berkat Program Yield Binance

USD1 Melonjak Jadi Stablecoin Terbesar ke-7 Berkat Program Yield Binance

Baru-baru ini, stablecoin USD1 mencatat lonjakan signifikan dalam kapitalisasi pasarnya. Pada 24 Desember, nilai pasar USD1 naik sebesar USD 150 juta—dari USD 2,74 miliar menjadi USD 2,91 miliar. Lonjakan ini terjadi bersamaan dengan pengumuman Binance tentang program yield eksklusif untuk USD1.

Dengan peningkatan tersebut, USD1 kini resmi menjadi stablecoin terbesar ketujuh di dunia. Ini menandai momentum penting bagi aset digital yang relatif baru namun ambisius ini.

Program Yield Binance: Pemicu Utama Kenaikan USD1

Binance meluncurkan “Booster Program” untuk USD1 pada 24 Desember 2025. Program ini menawarkan imbal hasil hingga 20% per tahun (APR) untuk deposit USD1 dalam jumlah terbatas. Masa berlaku promosi berlangsung hingga 23 Januari 2026.

Mengapa Imbal Hasil 20% Begitu Menarik?

Dalam lanskap stablecoin saat ini, rata-rata yield berkisar antara 2% hingga 8%. Tawaran 20% dari Binance jelas menjadi anomali yang menarik perhatian investor dan trader.

  • Imbal hasil tinggi mendorong pengguna memindahkan dana ke USD1.
  • Ketersediaan terbatas menciptakan urgensi dan FOMO (fear of missing out).
  • Binance sebagai bursa besar memberikan legitimasi tambahan.
“Program yield bukan hanya insentif finansial—tapi juga sinyal kepercayaan dari platform besar seperti Binance terhadap masa depan USD1,” kata seorang analis DeFi.

Ekosistem USD1: Lebih dari Sekadar Stablecoin

Di balik layar, penerbit USD1—World Liberty Financial—sedang membangun ekosistem yang lebih luas. Rencana terbaru termasuk peluncuran kartu debit yang terintegrasi dengan Apple Pay.

Fitur Aplikasi dan Integrasi Pembayaran

Aplikasi retail yang akan dirilis tidak hanya mendukung pembayaran peer-to-peer, tetapi juga menyediakan fitur perdagangan mirip Robinhood. Ini bertujuan untuk menjadikan USD1 sebagai alat transaksi sekaligus investasi sehari-hari.

  • Kartu debit memungkinkan pengguna belanja langsung menggunakan USD1.
  • Integrasi Apple Pay memperluas aksesibilitas di ritel modern.
  • Gabungan P2P + trading menarik pengguna non-kripto tradisional.

Jika berhasil, strategi ini bisa mengubah USD1 dari aset penyimpan nilai menjadi alat pembayaran aktif—langkah yang jarang ditempuh oleh stablecoin lain selain USDC atau USDT.

Peluang vs Ketidakpastian: Apa yang Perlu Diwaspadai?

Meski prospeknya cerah, pertumbuhan cepat USD1 tidak lepas dari risiko. Investor perlu mempertimbangkan beberapa faktor kritis sebelum terjun.

Risiko Regulasi dan Transparansi

Sebagai stablecoin yang relatif baru, USD1 belum memiliki audit cadangan publik sekomprehensif USDC atau DAI. Selain itu, lanskap regulasi stablecoin di AS dan global masih sangat dinamis.

Aspek USD1 Stablecoin Mapan (misal: USDC)
Audit Cadangan Belum rutin dipublikasikan Bulanan, oleh firma ternama
Yield Saat Ini Hingga 20% (promosi) 2–6%
Adopsi Retail Mulai dibangun Sudah luas

Perlu diingat: yield tinggi sering kali mencerminkan risiko tinggi—baik likuiditas, kontraktual, maupun operasional. Promosi Binance mungkin sementara, dan pertumbuhan jangka panjang bergantung pada utilitas nyata, bukan hanya insentif jangka pendek.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu USD1?

USD1 adalah stablecoin yang dipatok 1:1 terhadap dolar AS, dikeluarkan oleh World Liberty Financial, dan kini menjadi stablecoin terbesar ketujuh berdasarkan kapitalisasi pasar.

Bagaimana cara mendapatkan yield 20% dari USD1?

Melalui program “Binance Booster” yang berlangsung dari 24 Desember 2025 hingga 23 Januari 2026, dengan syarat dan kuota tertentu untuk deposit USD1 di Binance.

Apakah USD1 didukung penuh oleh aset nyata?

Menurut penerbit, USD1 didukung oleh aset likuid seperti kas dan surat berharga. Namun, laporan audit independen belum tersedia secara rutin untuk publik.

Kapan kartu debit USD1 akan diluncurkan?

Belum ada tanggal pasti, tetapi World Liberty Financial mengonfirmasi rencana peluncuran dalam waktu dekat, termasuk integrasi dengan Apple Pay.

Apakah aman menyimpan dana dalam USD1?

Seperti semua stablecoin, ada risiko teknis, operasional, dan regulasi. Pengguna disarankan melakukan riset sendiri dan tidak mengalokasikan dana melebihi toleransi risiko pribadi.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.