Rancangan UU AS Bertujuan Cegah Perdagangan Orang Dalam di Pasar Prediksi—Apa Artinya bagi Dunia Kripto?
Seorang anggota Kongres Amerika Serikat baru-baru ini mengusulkan rancangan undang-undang yang bertujuan mencegah praktik perdagangan orang dalam (insider trading) di pasar prediksi. Langkah ini menarik perhatian luas, terutama karena beberapa platform pasar prediksi kini beroperasi di wilayah abu-abu hukum dan sering kali menggunakan aset kripto atau token sebagai alat transaksi.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Anggota DPR AS, Patrick McHenry, memperkenalkan “Predictive Market Integrity Act” yang secara eksplisit melarang individu dengan akses informasi non-publik—seperti pejabat pemerintah, pegawai lembaga regulasi, atau staf internal proyek—menggunakan informasi tersebut untuk mengambil keuntungan di pasar prediksi. Rancangan ini muncul di tengah meningkatnya popularitas platform seperti Polymarket, yang memungkinkan pengguna bertaruh pada hasil peristiwa politik, ekonomi, atau sosial menggunakan stablecoin seperti USDC.
Meskipun pasar prediksi bukan hal baru, integrasinya dengan teknologi blockchain dan aset digital membuatnya lebih mudah diakses secara global—sekaligus lebih sulit diawasi oleh otoritas tradisional seperti Komisi Perdagangan Berjangka Komoditas AS (CFTC) atau Securities and Exchange Commission (SEC).
Mengapa Pasar Kripto Memperhatikan Ini?
Banyak platform pasar prediksi saat ini dibangun di atas infrastruktur Web3 dan menggunakan kontrak pintar di jaringan seperti Polygon atau Ethereum. Mereka tidak selalu mematuhi kerangka regulasi keuangan konvensional, sehingga menjadi sasaran potensial regulasi baru.
“Ini bukan hanya soal pasar prediksi—ini adalah uji coba awal bagaimana AS akan mengatur aplikasi DeFi yang menyentuh aktivitas spekulatif,” kata seorang analis kebijakan digital yang enggan disebut namanya.
Pasar kripto memperhatikan langkah ini karena:
- Beberapa protokol DeFi bisa diklasifikasikan sebagai “pasar prediksi” tergantung pada desain produknya.
- Jika rancangan undang-undang ini lolos, pengembang protokol mungkin harus menerapkan KYC (Know Your Customer) atau membatasi akses pengguna tertentu.
- Regulasi terhadap pasar prediksi bisa menjadi preseden untuk pengawasan lebih ketat terhadap aplikasi keuangan terdesentralisasi lainnya.
Apa Dampak Potensialnya?
Jika rancangan undang-undang ini disahkan, dampaknya bisa meluas di luar pasar prediksi tradisional:
- Platform berbasis blockchain mungkin perlu menyesuaikan arsitektur mereka agar mematuhi larangan perdagangan orang dalam, yang bertentangan dengan prinsip anonimitas DeFi.
- Otoritas AS bisa mendapatkan mandat lebih luas untuk menindak platform yang dianggap memfasilitasi spekulasi ilegal, bahkan jika server-nya berada di luar negeri.
- Pengguna ritel mungkin menghadapi pembatasan akses atau verifikasi identitas yang lebih ketat di platform yang sebelumnya bersifat terbuka.
Namun, penting dicatat bahwa rancangan ini masih dalam tahap awal. Belum ada jaminan bahwa ia akan lolos di Kongres, apalagi ditandatangani menjadi undang-undang.
Apa yang Masih Belum Jelas?
Meskipun niat rancangan undang-undang ini jelas—melindungi integritas pasar—beberapa aspek krusial masih ambigu:
- Bagaimana “informasi non-publik” didefinisikan dalam konteks acara global atau data on-chain?
- Apa batasan tanggung jawab pengembang protokol terdesentralisasi? Apakah mereka dianggap “operator pasar”?
- Akankah penegakan hukum berlaku surut terhadap transaksi yang sudah terjadi?
Selain itu, belum jelas apakah undang-undang ini akan membedakan antara pasar prediksi untuk hiburan dan yang digunakan untuk spekulasi keuangan serius—perbedaan yang penting dalam pendekatan regulasi.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa itu pasar prediksi dalam konteks kripto?
Pasar prediksi adalah platform di mana pengguna dapat “bertaruh” pada hasil suatu peristiwa—misalnya, siapa yang akan menang pemilu atau apakah suku bunga akan naik. Dalam ekosistem kripto, transaksi ini sering dilakukan menggunakan stablecoin dan dijalankan melalui kontrak pintar di blockchain.
Apakah semua pasar prediksi ilegal di AS?
Tidak. Beberapa pasar prediksi diizinkan dalam bentuk terbatas (misalnya, Iowa Electronic Markets untuk riset akademis). Namun, pasar yang menawarkan taruhan spekulatif skala besar—terutama yang tidak teregulasi—berada dalam zona abu-abu hukum dan bisa dianggap melanggar undang-undang perjudian atau sekuritas.
Bagaimana perdagangan orang dalam terjadi di pasar prediksi?
Contohnya: seorang pejabat pemerintah mengetahui kebijakan rahasia yang akan diumumkan minggu depan. Jika ia membeli kontrak “Ya” di pasar prediksi sebelum pengumuman resmi, ia mendapat keuntungan tidak adil atas informasi yang belum tersedia publik—mirip dengan insider trading di pasar saham.
Apakah rancangan undang-undang ini hanya menargetkan platform berbasis AS?
Tidak sepenuhnya. Meskipun fokus utamanya pada warga negara dan entitas AS, otoritas AS sering kali mengejar platform asing yang melayani pengguna AS—seperti yang terjadi dengan beberapa bursa kripto. Jadi, dampaknya bisa bersifat global.
Apa hubungan antara pasar prediksi dan DeFi?
Banyak pasar prediksi modern dibangun sebagai protokol DeFi, artinya mereka beroperasi tanpa otoritas pusat dan mengandalkan kode daripada perusahaan. Namun, justru sifat terdesentralisasi inilah yang membuat penegakan regulasi seperti larangan perdagangan orang dalam menjadi tantangan teknis dan hukum.
NewsBTCLangkah Selanjutnya
Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:
Mulai Investasi Crypto
Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.
Panduan Membeli Crypto →Disclaimer Risiko
Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.
Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.