BTC $68,864.00 +3.71%
ETH $2,048.37 +5.43%
XRP $1.41 +3.72%
ADA $0.28 +5.22%
SOL $84.81 +7.93%

Proyeksi Bottom Siklus Bitcoin Berikutnya: Apakah $45.000 pada Oktober 2026 Masuk Akal?

Proyeksi Bottom Siklus Bitcoin Berikutnya: Apakah $45.000 pada Oktober 2026 Masuk Akal?

Harga Bitcoin saat ini berada di sekitar $87.550, relatif stabil dalam 24 jam terakhir. Namun, upaya menembus level psikologis $90.000 selama musim liburan Natal tampaknya gagal, memicu spekulasi bahwa pasar mungkin memasuki fase bearish yang lebih panjang.

Data on-chain juga menunjukkan kemungkinan penurunan lebih dalam, dengan estimasi harga bisa menyentuh kisaran $41.500 jika tren turun berlanjut. Prediksi ini bukan tanpa dasar—analisis fraktal siklus pasar memberikan gambaran menarik tentang kemungkinan titik balik berikutnya.

Analisis Fraktal dan Proyeksi Bottom Siklus

Joao Wedson, pendiri Alphractal, menggunakan pendekatan yang disebut Repetition Fractal Cycle untuk memprediksi pergerakan harga Bitcoin. Metode ini mengamati pola historis pasar dan perilaku investor dari siklus ke siklus.

"Ini bukan aturan baku... Pasar tidak berulang secara persis — tetapi mereka 'berima' dengan frekuensi yang mengganggu." – Joao Wedson

Kapan Bottom Diprediksi Terjadi?

Berdasarkan analisis Wedson, bottom siklus berikutnya diperkirakan terjadi pada awal Oktober 2026. Lebih spesifik lagi, jendela akumulasi ideal diproyeksikan antara 6–16 Oktober 2026.

Berapa Target Harga Saat Bottom?

Harga Bitcoin saat fase akumulasi tersebut diperkirakan berkisar antara:

  • $41.500
  • $45.000

Jika prediksi ini benar, maka akan terjadi penurunan sekitar 50% dari level harga saat ini ($87.550).

Peluang vs. Ketidakpastian Pasar

Meskipun analisis fraktal menawarkan kerangka waktu dan harga yang menarik, penting untuk memahami bahwa pasar kripto sangat dipengaruhi oleh faktor eksternal yang tidak selalu dapat diprediksi.

Faktor Pendukung Prediksi Fraktal

  • Pola historis Bitcoin menunjukkan siklus bull-bear yang relatif konsisten setiap 4 tahun (sejalan dengan halving).
  • Perilaku investor cenderung berulang: FOMO saat bull run, lalu panic selling saat koreksi dalam.
  • Data on-chain seperti aktivitas dompet besar dan volume perdagangan mendukung potensi koreksi signifikan.

Risiko dan Ketidakpastian

  • Regulasi global terhadap aset kripto bisa berubah drastis dalam 2 tahun ke depan.
  • Adopsi institusional atau teknologi baru (misalnya ETF spot Bitcoin di negara lain) bisa mengubah dinamika permintaan.
  • Krisis makroekonomi (resesi, inflasi, perang) dapat mempercepat atau memperlambat siklus pasar.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor jangka panjang, proyeksi ini bisa menjadi panduan strategis—bukan sinyal pasti. Jika Anda percaya pada validitas siklus fraktal, maka periode Oktober 2026 mungkin menjadi momen ideal untuk akumulasi.

Namun, bagi trader jangka pendek atau investor yang sensitif terhadap volatilitas, penurunan 50% bisa sangat berisiko. Diversifikasi dan manajemen risiko tetap menjadi prinsip utama.

Strategi Keuntungan Potensial Risiko Utama
Akumulasi bertahap mulai 2025 Menghindari timing market yang salah Dana menganggur jika harga terus naik
Tunggu konfirmasi bottom Oktober 2026 Harga beli optimal Bisa ketinggalan rally awal jika prediksi meleset

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu Repetition Fractal Cycle dalam konteks Bitcoin?

Ini adalah metode analisis yang mempelajari pengulangan pola harga dan perilaku pasar dari siklus ke siklus, dengan asumsi bahwa meski tidak identik, pola tersebut “berima” atau mirip secara struktural.

Apakah penurunan ke $45.000 pasti terjadi?

Tidak. Ini hanyalah proyeksi berbasis pola historis. Banyak faktor eksternal—seperti regulasi, adopsi, atau krisis global—bisa mengubah jalannya pasar.

Mengapa Oktober 2026 dipilih sebagai titik bottom?

Karena berdasarkan jarak waktu antara bottom siklus sebelumnya (Desember 2018 dan Juni 2022), pola fraktal menunjukkan interval sekitar 46–50 bulan, yang mengarah ke Oktober 2026.

Bagaimana cara mempersiapkan diri jika prediksi ini benar?

Investor disarankan menjaga likuiditas, menghindari leverage berlebihan, dan mempertimbangkan strategi dollar-cost averaging (DCA) menjelang periode akumulasi yang diproyeksikan.

Apa yang harus diwaspadai selama periode 2024–2026?

Perubahan kebijakan moneter global, regulasi kripto di AS/EU, hasil halving Bitcoin 2024, dan adopsi institusional skala besar—semua ini bisa mempercepat atau mengganggu siklus yang diprediksi.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.