BTC $69,606.00 +4.15%
ETH $2,077.09 +5.85%
XRP $1.45 +6.14%
ADA $0.28 +6.05%
SOL $85.92 +7.86%

Prospek Bitcoin 2026: Dikendalikan oleh Likuiditas AS dan Faktor Makro

Prospek Bitcoin 2026: Dikendalikan oleh Likuiditas AS dan Faktor Makro

Bitcoin (BTC) terus menjadi sorotan di tengah ketidakpastian ekonomi global. Namun, menurut seorang trader makro terkemuka yang dikenal sebagai "plur daddy", prospek BTC pada tahun 2026 lebih dipengaruhi oleh kondisi likuiditas di Amerika Serikat daripada faktor kripto itu sendiri. Saat ini, BTC diperdagangkan di kisaran $87.053, tetapi arah selanjutnya mungkin bergantung pada dinamika kebijakan moneter dan fiskal AS.

BTC+0.54%

Faktor Makro Utama yang Mempengaruhi Bitcoin

Menurut analisis plur daddy, empat tema makro utama akan membentuk lanskap keuangan global—dan secara tidak langsung, harga Bitcoin—pada 2026:

  • Pembelian Manajemen Cadangan (RMPs) oleh The Fed: Program senilai $40 miliar per bulan ini bertujuan meredakan tekanan pendanaan di pasar, bukan untuk mendorong rally aset berisiko. Meski demikian, aliran likuiditas ini bisa mengubah kondisi dari "ketat" menjadi "netral".
  • Ekspansi defisit fiskal: Defisit anggaran AS diperkirakan melebar $12–15 miliar per bulan mulai 1 Januari 2026. Ini menciptakan stimulus fiskal tambahan meskipun tarif impor masih memberi tekanan inflasi.
  • Disinflasi dan jalur kebijakan suku bunga: Jika inflasi terus melambat, The Fed mungkin memangkas suku bunga. Pasar saat ini memperkirakan dua kali pemotongan suku bunga pada 2026.
  • Pengaruh politik terhadap kepemimpinan The Fed: Potensi pencalonan Kevin Hassett—yang didukung Donald Trump—sebagai ketua The Fed berikutnya dapat memicu volatilitas pasar, dengan emas kemungkinan besar menjadi penerima manfaat utama.

Likuiditas Netral vs. Risk-On

Penting untuk dicatat bahwa RMPs The Fed tidak dirancang untuk menciptakan lingkungan "risk-on" seperti quantitative easing (QE) di masa lalu. Sebaliknya, tujuannya adalah menjaga stabilitas sistem keuangan. Namun, bahkan likuiditas netral bisa menjadi katalis positif bagi aset seperti Bitcoin, yang sensitif terhadap biaya modal dan arus uang global.

Bitcoin vs. Emas: Perlindungan Aset di Tengah Ketidakpastian

Meskipun plur daddy cenderung lebih memilih emas sebagai aset safe-haven dalam skenario politik dan moneter yang tidak pasti, ia tidak menutup kemungkinan Bitcoin mendapat dorongan jika kondisi likuiditas membaik.

“Jika likuiditas bergerak dari ketat ke netral, itu saja sudah cukup untuk menciptakan peluang bagi posisi bullish di Bitcoin—meski bukan karena narasi kripto itu sendiri,” ungkapnya.

Mengapa Emas Lebih Diuntungkan?

Dalam konteks potensi intervensi politik terhadap independensi The Fed, emas secara historis menjadi tempat berlindung yang lebih andal. Namun, Bitcoin bisa tetap menarik bagi investor yang mencari eksposur terhadap aset non-sovereign dengan likuiditas tinggi—terutama jika suku bunga turun dan dolar AS melemah.

Bitcoin price chart

Ketidakpastian yang Perlu Diwaspadai

Meskipun prospek makro terlihat menjanjikan, ada beberapa risiko yang bisa menggagalkan skenario positif untuk Bitcoin:

  • Inflasi kembali menguat, memaksa The Fed menunda atau membatalkan pemotongan suku bunga.
  • Krisis fiskal AS memburuk lebih cepat dari perkiraan, memicu penjualan aset global termasuk kripto.
  • Regulasi kripto di AS atau negara besar lainnya tiba-tiba menjadi lebih ketat.
  • Adopsi institusional melambat karena ketidakpastian geopolitik atau teknis.

Oleh karena itu, meskipun arus likuiditas bisa menjadi angin segar, investor disarankan tetap waspada dan tidak mengabaikan manajemen risiko.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa yang dimaksud dengan RMPs The Fed?

RMPs (Reserve Management Purchases) adalah pembelian obligasi Treasury oleh Federal Reserve untuk menjaga stabilitas likuiditas di sistem perbankan, bukan untuk merangsang pertumbuhan ekonomi atau pasar saham.

Mengapa likuiditas AS penting bagi harga Bitcoin?

Karena Bitcoin bersifat global dan sangat likuid, arus modal dari AS—terutama dalam bentuk dolar dan suku bunga—secara langsung memengaruhi daya tarik aset berisiko, termasuk kripto.

Apakah pemotongan suku bunga otomatis menaikkan harga Bitcoin?

Tidak selalu. Pemotongan suku bunga hanya membantu jika disertai dengan stabilitas makro dan kepercayaan pasar. Jika dipicu oleh resesi, Bitcoin justru bisa turun karena aksi jual likuidasi.

Siapa Kevin Hassett dan mengapa pencalonannya penting?

Kevin Hassett adalah ekonom konservatif dan mantan penasihat ekonomi Gedung Putih. Jika ia menjadi ketua The Fed, independensi bank sentral bisa dipertanyakan, yang berpotensi meningkatkan volatilitas pasar keuangan.

Bisakah Bitcoin naik meski emas lebih diuntungkan?

Ya. Meskipun emas mungkin menjadi pilihan utama dalam krisis kepercayaan terhadap kebijakan moneter, Bitcoin tetap bisa naik jika likuiditas global meningkat dan investor mencari diversifikasi ke aset digital.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.