BTC $69,206.00 +5.82%
ETH $2,060.41 +7.63%
XRP $1.42 +4.32%
ADA $0.27 +5.05%
SOL $85.00 +9.62%

Peluang Kripto untuk Menyusul Emas dan Saham di Tahun 2026

Peluang Kripto untuk Menyusul Emas dan Saham di Tahun 2026

Di tengah pemulihan pasar keuangan global, aset kripto justru tertinggal. Sejak awal November 2025, emas naik 9% dan indeks S&P 500 menguat 1%, sementara Bitcoin anjlok hingga 20%. Namun, menurut platform analisis Santiment, tahun 2026 bisa menjadi momen penting bagi kripto untuk “mengejar ketertinggalan”.

Tiền điện tử tụt hậu so với vàng và cổ phiếu nhưng năm 2026 mang đến cơ hội để “bắt kịp”

Gambar di atas memperlihatkan kontras tajam antara performa Bitcoin dengan emas dan saham dalam beberapa pekan terakhir. Meski demikian, sejumlah sinyal awal mulai muncul yang menunjukkan potensi perubahan arah di tahun depan.

Mengapa Kripto Tertinggal?

Sejak November 2025, sentimen pasar global lebih condong ke aset tradisional seperti emas dan saham. Ketidakpastian makroekonomi, suku bunga tinggi, dan volatilitas geopolitik membuat investor mencari perlindungan nilai di instrumen yang dianggap lebih stabil.

Perbedaan Performa Aset Utama (Sejak Awal November 2025)

  • Emas: +9%
  • S&P 500: +1%
  • Bitcoin: -20%

Menurut Santiment, korelasi antara kripto dan aset utama lainnya masih rendah. Artinya, pergerakan harga kripto belum sepenuhnya selaras dengan tren pasar keuangan global—baik saat naik maupun turun.

Tanda-Tanda Pemulihan dari “Ikan Paus”

Salah satu indikator paling diandalkan dalam pasar kripto adalah aktivitas dompet besar atau yang sering disebut “paus”. Data dari Santiment menunjukkan bahwa selama paruh kedua 2025, investor ritel justru lebih aktif, sementara paus cenderung menahan diri.

“Saat dompet besar mulai akumulasi secara agresif sementara investor kecil menjual, itu biasanya menjadi awal dari siklus bullish baru.”

Fenomena ini penting karena sejarah menunjukkan bahwa akumulasi oleh paus sering mendahului rally besar. Selain itu, jumlah Bitcoin yang dipegang oleh investor jangka panjang—yang biasanya tidak aktif bertransaksi—telah berhenti menurun sejak Desember 2025, setelah turun terus-menerus sejak Juli.

Arus Modal Mulai Berputar Kembali ke Kripto

Garrett Jin, mantan CEO BitForex, mencatat adanya pergeseran arus modal dari komoditas—khususnya logam mulia—menuju aset digital. Ia menyebut bahwa aksi short squeeze di pasar logam telah berakhir, dan kini dana mulai mengalir ke kripto.

Data on-chain dari Nansen memperkuat klaim ini: jumlah alamat Bitcoin aktif meningkat 5,51% dalam 24 jam terakhir, meskipun volume transaksi turun hampir 30%. Ini mengisyaratkan bahwa pengguna baru atau lama mulai kembali memegang aset, bukan hanya spekulasi jangka pendek.

Perspektif Analis Pasar

CyrilXBT, analis terkenal di X (dulu Twitter), menyatakan bahwa pasar sedang memasuki fase “posisi akhir siklus” sebelum terjadi pembalikan arah yang signifikan. Menurutnya:

“Ketika likuiditas berbalik dan Bitcoin memecahkan struktur pasar, emas akan kehilangan momentum, Bitcoin memimpin, Ethereum mengikuti, dan altcoin perlahan bangkit.”

Ia menekankan bahwa fase ini adalah ujian kesabaran dan keyakinan investor—karena pergerakan besar sering kali dimulai jauh sebelum narasi utama muncul di media arus utama.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama keterpurukan Bitcoin di akhir 2025?

Penurunan Bitcoin dipicu oleh kombinasi faktor: pelarian modal ke aset safe-haven seperti emas, sentimen negatif akibat regulasi global, serta kurangnya akumulasi dari investor institusional besar.

Apakah peningkatan alamat aktif benar-benar pertanda positif?

Ya, tetapi dengan catatan. Peningkatan alamat aktif menunjukkan minat pengguna, namun jika tidak diikuti peningkatan volume perdagangan atau nilai transaksi, dampaknya bisa terbatas.

Kapan kemungkinan besar kripto mulai rebound di 2026?

Beberapa analis memperkirakan titik balik bisa terjadi pada kuartal II 2026, terutama jika suku bunga AS mulai turun dan likuiditas global kembali melonggar.

Apa peran “paus” dalam memulai rally kripto?

Paus memiliki kapasitas untuk menggerakkan harga melalui akumulasi besar-besaran. Saat mereka membeli dalam jumlah signifikan, hal itu sering memicu FOMO (fear of missing out) di kalangan investor kecil.

Bisakah kripto benar-benar bersaing dengan emas sebagai aset safe-haven?

Belum dalam jangka pendek. Emas masih dianggap lebih stabil dan diterima luas. Namun, dalam skenario inflasi tinggi atau krisis sistem keuangan, Bitcoin mulai dipandang sebagai alternatif digital oleh sebagian investor institusional.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.