BTC $70,196.00 +1.92%
ETH $2,069.87 +0.69%
XRP $1.54 +8.48%
ADA $0.30 +7.64%
SOL $88.80 +4.59%

Emas dan Perak Mencetak Rekor Baru Saat Harga Bitcoin Turun di Bawah $89.000

Emas dan Perak Mencetak Rekor Baru Saat Harga Bitcoin Turun di Bawah $89.000

Di tengah volatilitas pasar keuangan global, logam mulia seperti emas dan perak mencatatkan harga tertinggi sepanjang masa. Sementara itu, aset digital andalan—Bitcoin—mengalami tekanan signifikan dengan harganya jatuh di bawah level psikologis $89.000. Pergerakan berlawanan arah ini mencerminkan pergeseran sentimen investor dari aset berisiko tinggi menuju instrumen yang dianggap lebih aman.

Dinamika Pasar: Emas dan Perak Naik, Bitcoin Turun

Kenaikan harga emas dan perak tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejumlah faktor makroekonomi mendorong permintaan terhadap logam mulia sebagai pelindung nilai (safe haven), terutama di tengah ketidakpastian geopolitik dan inflasi yang masih menghantui ekonomi global.

  • Harga emas spot mencapai rekor baru di atas US$2.450 per ons.
  • Perak juga melonjak hingga US$31,50 per ons—level tertinggi sejak 2011.
  • Sementara itu, Bitcoin turun lebih dari 12% dalam seminggu terakhir, menyentuh US$88.700.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor institusional maupun ritel mulai mengalihkan portofolio mereka ke aset yang memiliki riwayat stabilitas jangka panjang.

Faktor Pendorong Kenaikan Logam Mulia

Ketegangan Geopolitik dan Perlambatan Ekonomi Global

Konflik bersenjata di Eropa Timur dan Timur Tengah memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan energi dan rantai pasok global. Dalam situasi seperti ini, emas dan perak selalu menjadi pilihan utama karena likuiditas tinggi dan nilai intrinsiknya yang tidak bergantung pada sistem keuangan konvensional.

Pelemahan Dolar AS dan Kebijakan Suku Bunga

Indeks dolar AS (DXY) melemah dalam beberapa pekan terakhir, membuat logam mulia—yang diperdagangkan dalam dolar—lebih terjangkau bagi pemegang mata uang asing. Selain itu, ekspektasi pemotongan suku bunga oleh Federal Reserve pada paruh kedua tahun ini juga mendukung kenaikan harga emas dan perak, karena imbal hasil obligasi pemerintah AS menjadi kurang menarik.

Mengapa Bitcoin Mengalami Koreksi Tajam?

Meskipun sempat mencapai rekor tertinggi di atas US$93.000 awal bulan ini, Bitcoin kini menghadapi aksi ambil untung (profit-taking) besar-besaran. Beberapa faktor teknis dan fundamental turut memperparah penurunan:

  • Arus keluar dari ETF Bitcoin spot di AS selama tiga hari berturut-turut.
  • Overbought condition menurut indikator RSI (Relative Strength Index) pada grafik harian.
  • Kekhawatiran regulasi baru dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terhadap stablecoin dan bursa kripto.

Investor jangka pendek tampaknya memilih mengamankan keuntungan, sementara investor jangka panjang masih menahan posisi mereka, menunggu konsolidasi pasar.

Perbandingan Performa Aset: Safe Haven vs. Aset Spekulatif

Berikut ringkasan pergerakan harga dalam 30 hari terakhir:

Aset Perubahan Harga (30 Hari) Status Sentimen Pasar
Emas +11,2% Bullish
Perak +18,7% Sangat Bullish
Bitcoin -8,5% Bearish Jangka Pendek
“Logam mulia adalah pelabuhan terakhir saat badai datang. Sementara aset digital masih sangat rentan terhadap sentimen pasar mikro dan kebijakan regulator,” kata Dr. Lina Wijaya, analis senior di IndoCommodity Research.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa penyebab utama kenaikan harga emas dan perak saat ini?

Kombinasi pelemahan dolar AS, ekspektasi pelonggaran moneter, dan eskalasi ketegangan geopolitik menjadi pendorong utama kenaikan harga logam mulia.

Apakah penurunan Bitcoin di bawah $89.000 pertanda awal bear market?

Belum tentu. Koreksi ini lebih mencerminkan profit-taking setelah rally kuat. Indikator on-chain masih menunjukkan akumulasi oleh alamat institusional.

Mana yang lebih baik untuk investasi jangka pendek: emas atau Bitcoin?

Untuk jangka pendek (1–6 bulan), emas cenderung lebih stabil dan cocok sebagai lindung nilai. Bitcoin lebih cocok bagi yang siap menghadapi volatilitas tinggi.

Bagaimana cara membeli emas fisik di Indonesia secara aman?

Anda bisa membeli melalui pegadaian, bank syariah/konvensional, atau platform digital seperti Tokopedia Emas dan Pluang—pastikan penjual memiliki izin resmi dari OJK.

Apakah perak punya potensi naik lebih tinggi daripada emas?

Ya, karena rasio emas-perak saat ini masih di atas 75:1, padahal rata-rata historisnya sekitar 60:1. Ini menunjukkan perak mungkin undervalued relatif terhadap emas.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.