BTC $68,832.00 +5.01%
ETH $2,051.65 +6.68%
XRP $1.41 +4.55%
ADA $0.27 +5.52%
SOL $84.86 +9.94%

Bitmine Pasang Taruhan $1 Miliar dalam Ethereum, Picu Kekhawatiran ‘Supply Shock’

Bitmine Pasang Taruhan $1 Miliar dalam Ethereum, Picu Kekhawatiran 'Supply Shock'

Baru-baru ini, dunia kripto dikejutkan oleh langkah besar dari Bitmine Immersion Technologies—perusahaan yang dipimpin oleh tokoh terkenal Tom Lee. Dalam waktu kurang dari 48 jam, Bitmine menyetorkan 342.560 ETH, senilai sekitar $1 miliar, ke dalam sistem staking Ethereum. Langkah agresif ini tidak hanya memperkuat posisi mereka sebagai pemain institusional besar, tetapi juga memicu diskusi luas tentang potensi gangguan pasokan (supply shock) di pasar ETH.

ETH+0.63%

Saat ini, total kepemilikan Bitmine telah melampaui 4,1 juta ETH—setara dengan 3,41% dari seluruh pasokan ETH yang beredar. Perusahaan bahkan menetapkan target ambisius: mengumpulkan 5% dari seluruh pasokan Ethereum, yang mereka sebut sebagai “Alchemy of 5%.”

Dampak pada Likuiditas dan Antrean Validator

Salah satu konsekuensi langsung dari aksi staking massal ini adalah tekanan pada infrastruktur jaringan Ethereum, khususnya antrean validator. Untuk pertama kalinya dalam enam bulan, jumlah validator baru yang ingin masuk hampir dua kali lipat dibandingkan yang ingin keluar.

  • Antrean masuk: Sekitar 735.000 ETH menunggu aktivasi, dengan estimasi waktu tunggu lebih dari 12 hari.
  • Antrean keluar: Sekitar 344.000 ETH, dengan waktu tunggu sekitar 6 hari.

Fenomena ini menunjukkan minat institusional yang meningkat terhadap staking jangka panjang, tetapi juga mengungkap kerentanan sistem saat permintaan tiba-tiba melonjak.

Pengurangan Pasokan Likuid di Pasar

Dengan menyetorkan ratusan ribu ETH ke dalam staking, Bitmine secara efektif mengeluarkan aset tersebut dari peredaran likuid. ETH yang distaking tidak dapat diperdagangkan secara langsung, sehingga mengurangi pasokan yang tersedia di bursa. Ini bisa menciptakan kondisi “supply squeeze”—di mana permintaan tetap tinggi sementara pasokan berkurang—berpotensi mendorong kenaikan harga.

Strategi Jangka Panjang Bitmine

Langkah Bitmine bukan sekadar spekulasi jangka pendek. Perusahaan ini tampaknya fokus pada pendapatan pasif melalui imbal hasil staking, yang saat ini berkisar antara 3–5% per tahun. Selain itu, mereka sedang membangun infrastruktur sendiri bernama MAVAN (Made in America Validator Network), yang direncanakan diluncurkan secara komersial pada tahun 2026.

MAVAN menandakan komitmen jangka panjang Bitmine terhadap ekosistem Ethereum. Dengan mengembangkan validator network berbasis di AS, perusahaan ini juga berupaya memenuhi tuntutan regulasi dan keamanan yang semakin ketat di Amerika Serikat.

Kolaborasi dengan Penyedia Staking

Bitmine bekerja sama dengan tiga penyedia staking pihak ketiga untuk mendiversifikasi risiko teknis dan operasional. Pendekatan ini memungkinkan mereka mempertahankan fleksibilitas sambil memastikan keandalan dan keamanan aset yang distaking.

Ketidakpastian dan Risiko yang Perlu Diwaspadai

Meskipun langkah Bitmine terlihat strategis, ada beberapa risiko dan ketidakpastian yang tidak boleh diabaikan:

  • Konsentrasi kepemilikan: Jika satu entitas menguasai 5% dari seluruh pasokan ETH, hal ini bisa menimbulkan kekhawatiran sentralisasi.
  • Risiko likuiditas: ETH yang distaking tidak dapat ditarik kapan saja—terutama sebelum upgrade penuh withdrawal di Ethereum benar-benar stabil.
  • Respons regulator: Akumulasi aset kripto skala besar oleh institusi bisa menarik perhatian otoritas pengawas, terutama di AS.
“Staking besar-besaran oleh institusi seperti Bitmine bisa menjadi sinyal kepercayaan terhadap masa depan Ethereum, tetapi juga membuka pertanyaan tentang keseimbangan antara desentralisasi dan efisiensi,” kata seorang analis blockchain.

Saat ini, nilai total cadangan kripto dan kas Bitmine mencapai $13,2 miliar, dengan ETH diperdagangkan di kisaran $2.931 (naik 0,63% dalam 24 jam terakhir). Namun, angka-angka ini bisa berubah cepat tergantung pada dinamika pasar dan kebijakan makroekonomi global.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu staking Ethereum?

Staking Ethereum adalah proses mengunci ETH untuk membantu mengamankan jaringan dan memvalidasi transaksi, yang memberikan imbal hasil kepada pemiliknya sebagai imbalan.

Mengapa staking besar-besaran bisa menyebabkan supply shock?

Karena ETH yang distaking tidak likuid dan tidak bisa diperdagangkan, peningkatan staking massal mengurangi pasokan ETH yang tersedia di pasar, berpotensi mendorong kenaikan harga jika permintaan tetap tinggi.

Berapa lama waktu tunggu untuk menjadi validator Ethereum saat ini?

Per Desember 2025, validator baru harus menunggu lebih dari 12 hari karena antrean masuk mencapai 735.000 ETH.

Apa itu MAVAN yang direncanakan Bitmine?

MAVAN (Made in America Validator Network) adalah jaringan validator Ethereum yang sedang dikembangkan Bitmine, dengan fokus pada kepatuhan regulasi AS dan peluncuran komersial pada 2026.

Apakah ETH yang distaking bisa ditarik kapan saja?

Sejak Shanghai Upgrade pada 2023, ETH yang distaking secara teknis bisa ditarik, tetapi prosesnya tergantung pada antrean jaringan dan aturan validator—tidak instan seperti penarikan dari dompet biasa.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.