Bitfarms Jual Aset di Paraguay, Beralih Fokus ke Infrastruktur AI
Perusahaan penambang Bitcoin asal Kanada, Bitfarms, baru saja mengumumkan penjualan situs penambangannya di Paraguay senilai hingga 30 juta dolar AS. Langkah ini menandai keluarnya perusahaan dari kawasan Amerika Latin dan memperkuat strategi barunya untuk fokus pada infrastruktur komputasi berkinerja tinggi (High-Performance Computing/HPC) serta kecerdasan buatan (AI) di Amerika Utara.
BTC+2%
Apa yang Terjadi dalam Transaksi Ini?
Bitfarms menjual situs penambangan Paso Pe di Paraguay—yang memiliki kapasitas 70 megawatt—kepada Sympatheia Power Fund, sebuah dana yang dikelola oleh Hawksburn Capital. Transaksi ini terdiri dari pembayaran tunai sebesar 9 juta dolar AS dan tambahan hingga 21 juta dolar AS yang akan dibayarkan berdasarkan pencapaian target tertentu di masa depan.
Penjualan ini juga merupakan bagian dari rencana lebih besar: Bitfarms berencana mengakhiri seluruh operasi penambangan Bitcoin secara bertahap hingga tahun 2027. Perusahaan kini mengalihkan sumber dayanya ke pengembangan infrastruktur digital, terutama untuk mendukung permintaan komputasi AI yang terus meningkat.
Mengapa Pasar Memperhatikan Langkah Ini?
Langkah Bitfarms tidak terjadi dalam ruang hampa. Sejak halving Bitcoin 2024, profitabilitas penambangan Bitcoin telah menurun signifikan karena hadiah blok dipotong separuh, sementara biaya listrik dan perawatan tetap tinggi. Banyak penambang besar kini mencari cara untuk tetap relevan dan menguntungkan—salah satunya dengan “berevolusi” menjadi penyedia infrastruktur energi dan komputasi.
“Ini bukan lagi soal menambang Bitcoin, tapi soal mengelola aset energi dan komputasi yang bisa disewakan ke berbagai industri, termasuk AI,” kata seorang analis infrastruktur digital.
Saham Bitfarms naik lebih dari 4% setelah pengumuman ini, menunjukkan bahwa investor melihat strategi transformasi ini sebagai langkah proaktif, bukan tanda kelemahan.
Apa Dampak Potensial dari Pergeseran Strategi Ini?
Pergeseran Bitfarms mencerminkan tren yang lebih luas di industri kripto: konvergensi antara energi, komputasi, dan teknologi AI. Dampaknya bisa terasa di beberapa level:
- Bagi Bitfarms sendiri: Penjualan aset non-inti memberikan likuiditas untuk membiayai ekspansi di sektor HPC dan AI, yang margin keuntungannya berpotensi lebih stabil daripada penambangan kripto.
- Bagi industri penambangan: Mungkin akan semakin banyak penambang yang menjual aset di luar Amerika Utara, terutama di negara dengan regulasi ketat atau biaya operasional tinggi.
- Bagi ekosistem AI: Masuknya pemain dengan infrastruktur listrik dan pendinginan skala besar bisa mempercepat adopsi komputasi AI, terutama di wilayah dengan akses energi murah.
Namun, transisi ini tidak mudah. Mengoperasikan pusat data AI membutuhkan keahlian teknis, kemitraan strategis, dan model bisnis yang berbeda dari penambangan Bitcoin.
Apa yang Masih Belum Pasti?
Meskipun rencana Bitfarms tampak jelas, masih ada beberapa ketidakpastian penting:
- Apakah pembayaran tahap kedua sebesar 21 juta dolar AS benar-benar akan terealisasi? Itu tergantung pada pencapaian “milestone” yang belum diungkapkan secara rinci.
- Berapa lama waktu yang dibutuhkan Bitfarms untuk benar-benar menghasilkan pendapatan signifikan dari bisnis HPC dan AI?
- Akankah pasar menyambut Bitfarms sebagai perusahaan infrastruktur digital, bukan lagi sebagai perusahaan kripto?
Selain itu, laporan kerugian bersih 46 juta dolar AS pada Q3 2025 menunjukkan tekanan finansial yang masih dihadapi perusahaan—meskipun transformasi ini bisa menjadi jalan keluar jangka panjang.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa artinya Bitfarms “keluar dari Amerika Latin”?
Ini berarti Bitfarms tidak lagi memiliki operasi penambangan aktif di kawasan tersebut. Situs di Paraguay adalah satu-satunya asetnya di Amerika Latin, dan dengan penjualannya, fokus geografis perusahaan kini sepenuhnya beralih ke Amerika Utara, terutama AS.
Apakah Bitfarms berhenti menambang Bitcoin sama sekali?
Belum sepenuhnya—tapi ya, dalam jangka menengah. Perusahaan berencana menghentikan operasi penambangan secara bertahap hingga 2027. Artinya, mereka masih mungkin menambang dalam skala kecil hingga beberapa tahun ke depan, tetapi tidak lagi sebagai bisnis inti.
Mengapa AI dan HPC dianggap lebih menjanjikan daripada penambangan Bitcoin?
Karena permintaan komputasi AI tumbuh eksponensial, didorong oleh pelatihan model besar dan layanan cloud. Berbeda dengan penambangan yang sangat sensitif terhadap harga Bitcoin dan kesulitan jaringan, bisnis HPC bisa menawarkan kontrak jangka panjang dengan pendapatan yang lebih dapat diprediksi.
Apakah tren ini berarti akhir dari era penambang Bitcoin?
Tidak juga. Penambang besar tidak “mati”, tapi bertransformasi. Banyak yang kini menyebut diri sebagai “perusahaan energi digital” karena mereka menggunakan kapasitas listrik dan infrastruktur mereka untuk berbagai tujuan—termasuk menambang saat harga menguntungkan, dan menyewakan daya komputasi saat tidak.
Apa hubungan antara halving Bitcoin 2024 dan keputusan Bitfarms?
Halving memotong imbalan blok Bitcoin dari 6,25 menjadi 3,125 BTC, sehingga mengurangi pendapatan penambang hampir separuh—tanpa mengurangi biaya operasional. Ini memaksa banyak penambang untuk mencari model bisnis alternatif agar tetap bertahan, terutama jika mereka tidak memiliki akses ke listrik sangat murah.
CoinspeakerLangkah Selanjutnya
Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:
Mulai Investasi Crypto
Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.
Panduan Membeli Crypto →Disclaimer Risiko
Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.
Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.