BTC $70,085.00 +4.51%
ETH $2,081.84 +6.24%
XRP $1.47 +7.82%
ADA $0.28 +7.60%
SOL $86.88 +8.60%

Bitcoin Masih Terjebak dalam Rentang Harga, Ujian Penting Menanti di Awal 2026

Bitcoin Masih Terjebak dalam Rentang Harga, Ujian Penting Menanti di Awal 2026

Sejak akhir November 2025, harga Bitcoin (BTC) terus bergerak sideways tanpa arah yang jelas. Pada Malam Natal, BTC diperdagangkan di kisaran $86.000–$87.000, tetap berada dalam rentang sempit antara $80.000 dan $94.000. Meskipun sempat menyentuh level tertinggi baru pada kuartal ini, aset kripto utama ini gagal menembus resistensi psikologis $90.000, sehingga memicu spekulasi tentang kemungkinan konsolidasi berkepanjangan hingga awal 2026.

bitcoin, btc, btcusdt

Mengapa Bitcoin Belum Bisa Keluar dari Zona Sideways?

Pergerakan datar Bitcoin dalam beberapa pekan terakhir mencerminkan ketidakpastian pasar. Volume perdagangan rendah, minimnya pemicu fundamental besar, dan sikap hati-hati investor menjelang akhir tahun turut berkontribusi pada stagnasi ini.

"No Trading Zone" Menurut Analis

Analis terkenal Ted Pillows menyebut kondisi saat ini sebagai "no trading zone"—zona di mana risiko lebih besar daripada potensi keuntungan. Jika BTC gagal menembus kembali level $90.000 dalam waktu dekat, ia memperingatkan kemungkinan penurunan menuju $84.000 untuk uji ulang support.

Kondisi Pasar Desember yang Lesu

Daan Crypto Trades mencatat bahwa bulan Desember 2025 relatif tidak menarik bagi pasar kripto. Hari-hari naik dan turun silih berganti tanpa tren dominan, menciptakan lingkungan yang kurang ideal untuk strategi trading agresif.

  • Volume perdagangan harian menurun dibandingkan kuartal III 2025.
  • Tidak ada rilis berita makro atau regulasi besar yang menggerakkan harga.
  • Minat institusional tetap stabil, namun belum meningkat signifikan.

Perubahan Struktural di Balik Layar

Meski harga stagnan, terdapat perkembangan penting di lapisan kepemilikan Bitcoin. Data on-chain menunjukkan adanya redistribusi koin dari dompet besar (whales) ke alamat yang lebih kecil. Ini bisa menjadi tanda awal penguatan dasar jaringan sebelum fase bullish berikutnya.

“Distribusi BTC dari holder besar ke pengguna ritel adalah langkah penting menuju adopsi yang lebih sehat,” kata seorang analis on-chain.

Namun, hal ini belum cukup untuk mendorong rally jangka pendek. Return yang disesuaikan dengan risiko (risk-adjusted returns) selama kuartal IV 2025 dinilai mengecewakan, meskipun harga sempat mencetak rekor baru.

Skenario Potensial Menuju Awal 2026

Awal 2026 diprediksi menjadi titik balik krusial bagi Bitcoin. Beberapa skenario utama mulai bermunculan di kalangan analis teknis dan fundamental:

Skenario Bearish: Penurunan Menuju $60.000–$70.000

Jika tekanan jual meningkat dan BTC gagal mempertahankan level $80.000, pasar bisa memasuki fase bearish baru. Dalam skenario ini, harga berpotensi turun tajam setelah mencoba rally palsu ke $100.000.

Skenario Bullish: Breakout di Kuartal II 2026

Alternatif lainnya, Bitcoin mungkin mengulangi pola historis—melakukan konsolidasi panjang, lalu menembus resistensi utama setelah uji ulang support. Jika ini terjadi, breakout menuju ATH baru bisa terjadi pada Q2 2026.

Skenario Trigger Potensial Target Harga
Bearish Gagal pertahankan $80.000 $60.000–$70.000
Bullish Breakout di atas $94.000 $110.000+

Saat ini, Bitcoin diperdagangkan di $87.350 dengan penurunan harian tipis sebesar 0,5%. Investor disarankan untuk tetap waspada dan memantau indikator volume serta sentimen makroekonomi global.

BTC+0.18%

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa artinya Bitcoin "rangebound"?

Artinya harga Bitcoin bergerak dalam rentang tertentu (misalnya $80.000–$94.000) tanpa tren naik atau turun yang jelas selama periode waktu tertentu.

Mengapa $90.000 penting bagi Bitcoin?

Level tersebut merupakan resistensi psikologis dan teknis. Penembusan berkelanjutan di atasnya bisa memicu minat beli institusional dan FOMO (fear of missing out) dari ritel.

Apa yang dimaksud dengan "no trading zone"?

Istilah ini merujuk pada kondisi pasar di mana volatilitas rendah dan probabilitas keuntungan kecil, sehingga banyak trader memilih menunggu sinyal lebih jelas.

Apakah distribusi koin dari whale berdampak pada harga?

Ya, redistribusi sering kali mengurangi risiko jual besar-besaran oleh satu entitas dan bisa menandakan permintaan ritel yang meningkat—keduanya positif untuk stabilitas jangka panjang.

Kapan waktu terbaik untuk masuk pasar saat Bitcoin sideways?

Tidak ada jawaban pasti, tetapi banyak investor menggunakan strategi dollar-cost averaging (DCA) selama fase konsolidasi untuk mengurangi risiko timing yang buruk.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.