Bitcoin Kembali di Atas USD 87.000: Apakah Momentum Ini Berkelanjutan?
Bitcoin (BTC) saat ini bergerak di sekitar level USD 88.000, setelah gagal menembus resistensi psikologis USD 90.000 pada sesi perdagangan sebelumnya. Meski tekanan jual dari arus keluar dana ETF terus berlanjut, minat beli dari investor ritel dan akumulasi oleh perusahaan besar tampaknya menjadi penyangga utama yang mencegah harga jatuh lebih dalam.
Sumber: Sosovalue
Dinamika Arus Modal: ETF vs. Perusahaan dan Investor Besar
Arsus modal institusional ke Bitcoin menunjukkan tanda-tanda perlambatan. Data terbaru mengungkap bahwa ETF spot Bitcoin di AS telah mengalami tujuh hari berturut-turut dengan arus keluar dana. Hanya dalam satu hari Senin saja, dana senilai USD 19,29 juta ditarik, sehingga total penarikan dalam seminggu mencapai USD 782 juta.
BlackRock Mengurangi Posisi BTC
Menurut Arkham Intelligence, BlackRock — penyedia ETF Bitcoin terbesar berdasarkan aset kelolaan — baru-baru ini memindahkan lebih dari 2.200 BTC ke Coinbase Prime. Langkah ini bisa diartikan sebagai upaya pengurangan eksposur jangka pendek, yang berpotensi menambah pasokan BTC di pasar dan memberi tekanan tambahan pada harga.
Sumber: Arkham Intelligence
Perusahaan dan “Cá Voi” Tetap Akumulasi
Di sisi lain, minat dari korporasi dan investor besar (whales) tetap kuat. MicroStrategy, dipimpin Michael Saylor, baru saja menambah 1.229 BTC ke portofolionya, sehingga total kepemilikannya mencapai 672.497 BTC dengan harga rata-rata USD 74.997 per koin.
Perusahaan Jepang Metaplanet juga aktif, mengumpulkan 4.279 BTC dalam tiga bulan terakhir hingga mencapai total 35.102 BTC, dengan harga rata-rata pembelian USD 104.679. Selain itu, data on-chain menunjukkan dua dompet baru telah menarik 2.201 BTC dari Binance, mengisyaratkan perpindahan aset ke penyimpanan jangka panjang.
Sumber: Lookonchain
Peran Investor Ritel dalam Menopang Harga
Meskipun institusi tampak ragu, sentimen investor ritel justru cenderung optimis. Data dari Santiment menunjukkan bahwa banyak investor kecil meyakini BTC akan segera pulih, terutama menjelang pergantian tahun. Namun, pola historis menunjukkan bahwa harapan mereka sering kali tidak selaras dengan pergerakan harga jangka pendek.
Dalam tiga bulan terakhir, harga BTC justru bergerak berlawanan arah dengan ekspektasi investor ritel. Jika tren ini berlanjut, maka risiko koreksi lebih dalam di awal tahun baru tetap ada, meskipun sentimen positif masih dominan.
Sumber: Santiment
Analisis Teknis: Antara Resistensi dan Risiko Koreksi
Secara teknis, Bitcoin masih terjebak dalam kisaran sempit antara USD 85.000 dan USD 90.000. Untuk memulihkan tren bullish jangka pendek, BTC perlu menutup candle harian di atas level USD 90.588 — puncak yang dicapai pada 22 Desember.
Jika berhasil menembus level tersebut, target berikutnya adalah EMA 50-hari di USD 91.924, lalu zona resistensi di USD 94.012. Namun, jika gagal, harga berisiko turun kembali ke support jangka pendek di sekitar USD 85.000.
Chart BTC/USDT harian | Sumber: TradingView
Indikator teknis saat ini memberikan sinyal campuran:
- RSI (Relative Strength Index) berada di sekitar 44 — di bawah level netral 50 — menunjukkan tekanan jual masih dominan.
- MACD masih bergerak naik, tetapi histogram mulai menyusut, meningkatkan risiko crossover bearish dalam waktu dekat.
Dengan kondisi ini, pasar tampaknya menunggu katalis baru untuk menentukan arah selanjutnya, baik dari sisi regulasi, adopsi institusional, maupun sentimen makroekonomi global.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa arti arus keluar dana dari ETF Bitcoin?
Arus keluar dana menunjukkan investor institusional sedang mengurangi eksposur terhadap Bitcoin, yang bisa menekan harga dalam jangka pendek.
Mengapa perusahaan seperti MicroStrategy terus membeli BTC meski harganya turun?
Mereka melihat penurunan harga sebagai peluang akumulasi strategis untuk tujuan jangka panjang, bukan spekulasi jangka pendek.
Apakah investor ritel benar-benar memengaruhi harga Bitcoin?
Pengaruh langsungnya terbatas dibanding institusi, tetapi sentimen kolektif mereka bisa memperkuat atau melemahkan momentum pasar.
Berapa level support kritis Bitcoin saat ini?
Support jangka pendek berada di sekitar USD 85.000, yang merupakan garis tren yang menghubungkan titik terendah November dan Desember 2024.
Kapan Bitcoin bisa kembali naik ke USD 90.000?
Jika volume beli meningkat signifikan dan BTC menutup di atas USD 90.588 dalam chart harian, peluang kenaikan lebih lanjut akan terbuka.
Langkah Selanjutnya
Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:
Mulai Investasi Crypto
Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.
Panduan Membeli Crypto →Disclaimer Risiko
Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.
Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.