Binance Soroti Empat Aset Kripto untuk Kemungkinan Delisting: Apa Artinya bagi Pengguna?
Baru-baru ini, Binance mengumumkan bahwa empat aset kripto—Acala Token (ACA), DAR Open Network (D), Streamr (DATA), dan Flow (FLOW)—sedang dipantau ketat karena potensi delisting. Langkah ini bukan keputusan akhir, melainkan bagian dari proses evaluasi berkala yang dilakukan bursa terbesar dunia tersebut terhadap daftar asetnya. Pengguna yang memperdagangkan keempat token ini di platform Spot atau Margin Binance kini wajib menyelesaikan kuis risiko setiap 90 hari sebagai bentuk edukasi dan konfirmasi kesadaran atas volatilitas serta risiko yang terkait.
FLOW+9.8%
ACA+0.46%
D%
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Binance tidak serta-merta menghapus aset dari platformnya. Sebaliknya, bursa ini menerapkan sistem “Monitoring Tag” untuk aset yang dinilai berisiko tinggi berdasarkan sejumlah kriteria internal. Keempat token—ACA, D, DATA, dan FLOW—kini berada dalam kategori ini karena faktor seperti volatilitas harga yang tinggi, likuiditas rendah, aktivitas pengembangan yang melambat, atau tantangan keamanan jaringan. Selama masa pemantauan, pengguna tetap bisa memperdagangkan aset tersebut, tetapi dengan persyaratan tambahan berupa kuis risiko berkala.
Langkah ini sejalan dengan kebijakan Binance sebelumnya, di mana sembilan aset altcoin telah didelisting pada periode sebelumnya karena gagal memenuhi standar kelangsungan hidup di bursa. Tujuannya jelas: melindungi pengguna dari aset yang mungkin tidak lagi layak secara teknis atau ekonomi.
Mengapa Pasar Memberikan Perhatian Khusus?
Pengumuman semacam ini selalu menarik perhatian karena Binance adalah bursa dengan volume perdagangan terbesar di dunia. Keputusan listing atau delisting-nya dapat memengaruhi likuiditas global suatu aset, persepsi investor, bahkan harga jangka pendek. Ketika suatu token masuk daftar pemantauan, hal itu sering diartikan sebagai sinyal peringatan oleh komunitas—bahwa proyek tersebut mungkin menghadapi tantangan fundamental.
“Masuknya suatu aset ke dalam daftar pemantauan Binance bukan hanya soal teknis, tapi juga ujian kepercayaan pasar,” kata seorang analis kripto yang enggan disebutkan namanya.
Selain itu, kewajiban mengikuti kuis risiko setiap 90 hari mencerminkan upaya Binance untuk memenuhi tuntutan regulator global yang semakin ketat terhadap perlindungan konsumen. Ini bukan sekadar formalitas—melainkan bagian dari strategi mitigasi risiko institusional.
Apa Dampak Potensial dari Langkah Ini?
Jika salah satu atau lebih dari keempat token ini akhirnya didelisting, beberapa dampak mungkin terjadi:
- Penurunan likuiditas: Volume perdagangan bisa turun drastis karena banyak trader bergantung pada Binance sebagai sumber utama likuiditas.
- Volatilitas jangka pendek: Spekulasi seputar delisting sering memicu aksi jual atau pembelian panik.
- Tekanan pada tim proyek: Tim pengembang mungkin terdorong untuk meningkatkan aktivitas, transparansi, atau kolaborasi guna memenuhi kriteria Binance.
- Peningkatan kesadaran risiko: Pengguna awam jadi lebih sadar bahwa tidak semua aset kripto memiliki daya tahan jangka panjang.
Namun, penting dicatat bahwa delisting dari satu bursa—meskipun besar—tidak berarti kematian suatu proyek. Banyak aset tetap aktif di bursa lain atau dalam ekosistem DeFi meski tidak lagi tersedia di Binance.
Apa yang Masih Belum Pasti?
Saat ini, status keempat token tersebut masih dalam tahap “pemantauan”, bukan keputusan final. Binance belum memberikan timeline pasti kapan keputusan akhir akan diambil. Selain itu, kriteria evaluasi—seperti “aktivitas pengembangan” atau “komitmen tim”—bersifat subjektif dan tidak sepenuhnya transparan kepada publik.
Kemungkinan juga tim di balik masing-masing proyek sedang berkomunikasi intensif dengan Binance untuk memperbaiki kekurangan yang teridentifikasi. Jika mereka berhasil menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa bulan ke depan, delisting bisa saja dibatalkan. Namun, jika tidak, penghapusan dari platform bisa terjadi tanpa peringatan lanjutan.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa artinya suatu token masuk “daftar pemantauan” Binance?
Artinya token tersebut sedang dievaluasi karena berpotensi tidak memenuhi standar listing Binance, seperti likuiditas rendah, volatilitas ekstrem, atau kurangnya aktivitas pengembangan. Ini bukan delisting otomatis, tetapi peringatan dini.
Apakah saya masih bisa memperdagangkan ACA, D, DATA, atau FLOW di Binance?
Ya, Anda masih bisa membeli, menjual, atau menarik aset tersebut. Namun, Anda harus menyelesaikan kuis risiko setiap 90 hari untuk terus mengakses pasangan perdagangan di platform Spot atau Margin.
Apakah delisting dari Binance berarti proyek tersebut gagal?
Tidak selalu. Banyak proyek tetap beroperasi di bursa lain, dompet non-custodial, atau aplikasi DeFi. Namun, delisting dari Binance biasanya mengurangi visibilitas dan likuiditas secara signifikan.
Apa kriteria utama Binance dalam mengevaluasi aset untuk delisting?
Binance menyatakan menilai berdasarkan: komitmen tim pengembang, aktivitas pengembangan teknis, volume perdagangan, kedalaman likuiditas, dan keamanan jaringan blockchain yang mendasarinya.
Berapa lama masa pemantauan ini berlangsung?
Binance tidak memberikan durasi tetap. Masa pemantauan bisa berlangsung beberapa minggu hingga beberapa bulan, tergantung pada respons tim proyek dan perubahan kondisi aset tersebut.
CoinspeakerLangkah Selanjutnya
Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:
Mulai Investasi Crypto
Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.
Panduan Membeli Crypto →Disclaimer Risiko
Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.
Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.