BTC $68,832.00 +5.01%
ETH $2,051.65 +6.68%
XRP $1.41 +4.55%
ADA $0.27 +5.52%
SOL $84.86 +9.94%

Altcoin Kembali Tertinggal dari Bitcoin pada 2025—Apa Artinya Ini bagi Pasar Kripto?

Altcoin Kembali Tertinggal dari Bitcoin pada 2025—Apa Artinya Ini bagi Pasar Kripto?

BTC+2%

Pada tahun 2025, altcoin—atau aset kripto selain Bitcoin dan Ethereum—kembali gagal menyaingi performa Bitcoin. Ini merupakan tahun keempat berturut-turut di mana rasio TOTAL3/BTC mengalami penurunan. Rasio ini mengukur kapitalisasi pasar gabungan altcoin (tanpa BTC dan ETH) relatif terhadap Bitcoin, sehingga penurunannya menunjukkan bahwa nilai altcoin secara kolektif melemah dibandingkan dengan Bitcoin.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Data menunjukkan bahwa dominasi pasar Bitcoin mencapai sekitar 59–60% pada akhir 2025, angka yang cukup tinggi dalam konteks siklus pasar kripto. Artinya, hampir 60% dari seluruh nilai pasar kripto global dikendalikan oleh satu aset saja: Bitcoin. Sementara itu, sektor kripto secara keseluruhan kehilangan lebih dari $1 triliun dalam kapitalisasi pasar selama periode penurunan tahun 2025.

Rasio TOTAL3/BTC yang terus turun berarti bahwa satu unit Bitcoin kini bisa "membeli" lebih banyak nilai pasar altcoin daripada sebelumnya—sebuah indikator kuat bahwa investor memilih untuk tetap berpegang pada aset yang dianggap paling likuid dan paling aman dalam kondisi ketidakpastian.

Mengapa Pasar Sangat Memperhatikan Tren Ini?

Tren underperformance altcoin selama empat tahun berturut-turut tidak biasa. Dalam siklus sebelumnya—seperti pada 2017 atau 2021—altcoin sering kali mengalami ledakan besar setelah Bitcoin memulai rally. Namun kali ini, pola tersebut tidak terulang. Banyak analis melihat ini sebagai tanda perubahan struktural dalam perilaku investor.

“Institusi kini lebih memilih aset dengan likuiditas tinggi dan jejak regulasi yang jelas. Bitcoin, meski volatil, dianggap lebih ‘aman’ daripada ribuan token kecil yang bahkan belum terdaftar di bursa utama.”

Faktor makroekonomi juga berperan besar. Tingkat suku bunga yang tinggi, inflasi yang fluktuatif, dan ketegangan geopolitik membuat investor institusional enggan mengambil risiko pada aset spekulatif seperti altcoin kecil.

Apa Dampak Potensial dari Dominasi Bitcoin yang Berkepanjangan?

Jika tren ini berlanjut, beberapa konsekuensi mungkin terjadi:

  • Konsentrasi risiko meningkat: Semakin banyak dana mengalir ke Bitcoin, semakin rentan pasar terhadap volatilitas harga BTC.
  • Inovasi altcoin melambat: Proyek-proyek baru kesulitan mendapatkan pendanaan karena minat investor terfokus pada aset mapan.
  • Likuiditas altcoin menurun: Volume perdagangan di banyak token kecil menyusut, membuatnya sulit untuk masuk atau keluar tanpa menggerakkan harga secara signifikan.
  • Perubahan strategi investasi: Manajer aset mungkin mulai memperlakukan Bitcoin sebagai “safe haven” dalam portofolio kripto, bukan sekadar aset spekulatif.

Namun, penting dicatat bahwa dominasi Bitcoin yang tinggi juga bisa menjadi sinyal awal sebelum fase pemulihan altcoin—jika dan hanya jika arus modal segar benar-benar masuk ke sektor tersebut.

Apa yang Masih Belum Pasti?

Meskipun data menunjukkan tren jelas, masa depan altcoin masih penuh ketidakpastian. Beberapa pertanyaan kunci belum terjawab:

  • Apakah aliran modal institusional akan pernah kembali ke altcoin, atau apakah preferensi untuk Bitcoin bersifat permanen?
  • Bisakah proyek altcoin menunjukkan utilitas nyata yang cukup kuat untuk menarik kembali minat investor?
  • Bagaimana perubahan kebijakan moneter global (misalnya, penurunan suku bunga) akan memengaruhi selera risiko di pasar kripto?

Saat ini, tidak ada jaminan bahwa altcoin akan segera bangkit. Pemulihan mereka tampaknya bergantung pada dua hal: sentimen pasar yang membaik secara luas, dan—yang lebih penting—arus modal baru yang secara eksplisit ditujukan untuk aset non-Bitcoin.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu rasio TOTAL3/BTC?

Rasio ini membandingkan kapitalisasi pasar gabungan semua aset kripto kecuali Bitcoin dan Ethereum (disebut TOTAL3) terhadap kapitalisasi pasar Bitcoin. Penurunan rasio berarti altcoin secara kolektif kehilangan nilai relatif terhadap Bitcoin.

Apakah Ethereum dianggap altcoin dalam konteks ini?

Tidak. Dalam metrik TOTAL3, Ethereum sengaja dikecualikan bersama Bitcoin. Jadi, “altcoin” di sini merujuk pada semua token selain BTC dan ETH—seperti Solana, Cardano, Dogecoin, dan ribuan lainnya.

Mengapa investor institusional lebih memilih Bitcoin?

Bitcoin memiliki likuiditas tertinggi, infrastruktur keuangan yang lebih matang (seperti ETF di AS), dan pengakuan regulasi yang lebih luas. Bagi institusi, faktor-faktor ini mengurangi risiko operasional dan hukum.

Apakah dominasi Bitcoin yang tinggi selalu buruk untuk altcoin?

Tidak selalu. Dalam beberapa siklus sebelumnya, dominasi Bitcoin mencapai puncak tepat sebelum altcoin meledak. Namun, pola itu tidak otomatis terulang—terutama jika kondisi makro dan struktur pasar telah berubah.

Apa yang perlu terjadi agar altcoin kembali kompetitif?

Dua hal utama: (1) peningkatan sentimen pasar secara umum, dan (2) masuknya modal baru yang secara aktif dialokasikan ke aset selain Bitcoin. Tanpa keduanya, kemungkinan besar altcoin akan terus tertinggal.

NewsBTC

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.