BTC $68,850.00 +4.88%
ETH $2,047.86 +6.73%
XRP $1.41 +3.35%
ADA $0.27 +4.37%
SOL $84.44 +9.31%

Visa Laporkan Lonjakan 525% Belanja Kartu Kripto: Tanda Adopsi Massal atau Hanya Gelembung Sementara?

Visa Laporkan Lonjakan 525% Belanja Kartu Kripto: Tanda Adopsi Massal atau Hanya Gelembung Sementara?

Visa, raksasa jaringan pembayaran global, baru saja mengungkapkan data mengejutkan: volume belanja menggunakan kartu yang terhubung dengan aset kripto melonjak hingga 525% sepanjang tahun 2025. Angka ini bukan sekadar statistik—ia mencerminkan pergeseran nyata dalam cara konsumen mulai memperlakukan aset digital: bukan hanya sebagai alat spekulasi, tapi sebagai sarana transaksi sehari-hari.

Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Menurut data dari Dune Analytics yang dikutip oleh Visa, total belanja bersih melalui enam program kartu kripto yang bermitra dengan Visa meningkat drastis—dari hanya $14,6 juta pada Januari 2025 menjadi $91,3 juta pada Desember 2025. Dua platform mendominasi tren ini: EtherFi dengan belanja senilai $55,4 juta dan Cypher dengan $20,5 jute. Keduanya memungkinkan pengguna menghubungkan dompet kripto mereka ke kartu debit fisik atau virtual yang bekerja di jaringan Visa.

Ethereum Chart

Selain itu, Visa juga memperluas infrastruktur stablecoin-nya untuk mendukung penyelesaian transaksi (settlement) di empat blockchain utama: Ethereum, Solana, Avalanche, dan Stellar. Artinya, saat pengguna membayar dengan kartu kripto, saldo kripto mereka—termasuk stablecoin—bisa dikonversi ke fiat secara real-time saat transaksi berlangsung, tanpa perlu penarikan manual terlebih dahulu.

Mengapa Pasar Sangat Memperhatikan Ini?

Berita ini menarik perhatian karena menyentuh dua isu sentral dalam ekosistem kripto: **utilitas nyata** dan **integrasi dengan sistem keuangan tradisional**. Selama bertahun-tahun, kritikus menyebut kripto sebagai "aset tanpa guna" yang hanya diperdagangkan untuk keuntungan jangka pendek. Namun, lonjakan penggunaan kartu kripto menunjukkan bahwa orang mulai benar-benar *menghabiskan* aset digital mereka—bukan hanya menyimpan atau menjualnya.

“Ini bukan lagi soal apakah kripto bisa digunakan, tapi seberapa lancar pengalaman penggunaannya,” kata seorang analis fintech kepada media lokal.

Perluasan dukungan Visa ke berbagai blockchain juga penting. Dengan menyertakan Solana, Avalanche, dan Stellar—yang dikenal karena biaya rendah dan kecepatan tinggi—Visa menunjukkan bahwa infrastruktur pembayaran masa depan tidak akan bergantung pada satu jaringan saja. Ini mendorong kompetisi sehat dan inovasi lintas ekosistem.

ETH+2% SOL+3% XLM+7% AVAX+3.3%

Apa Dampak Potensial dari Tren Ini?

Jika tren ini berlanjut, kita bisa melihat perubahan struktural dalam cara uang digital digunakan. Beberapa dampak potensial meliputi:

  • Peningkatan permintaan terhadap stablecoin: Karena kartu kripto sering menggunakan stablecoin untuk menghindari volatilitas, permintaan terhadap aset seperti USDC atau USDT bisa meningkat signifikan.
  • Dorongan bagi integrasi lintas-rantai: Dukungan Visa terhadap empat blockchain berbeda mendorong proyek untuk membangun solusi yang kompatibel dengan banyak jaringan.
  • Tekanan regulasi yang lebih besar: Semakin banyak orang menggunakan kripto untuk belanja sehari-hari, semakin besar pula dorongan regulator untuk mengatur kartu kripto, perlindungan konsumen, dan pelaporan pajak.
  • Edukasi pengguna yang lebih luas: Pengguna awam yang sebelumnya enggan menyentuh dompet kripto mungkin mulai terbiasa karena pengalaman yang mulus melalui kartu debit.

Apa yang Masih Belum Pasti?

Meski angkanya mengesankan, ada beberapa ketidakpastian penting yang perlu dicatat:

Pertama, pertumbuhan 525% berasal dari basis yang sangat kecil ($14,6 juta → $91,3 juta). Meski signifikan secara persentase, volumenya masih jauh dari skala transaksi kartu kredit/debit konvensional Visa yang mencapai triliunan dolar per tahun.

Kedua, ketergantungan pada kondisi pasar kripto tetap tinggi. Jika harga ETH, SOL, atau AVAX anjlok tajam, minat pengguna untuk menghabiskan aset tersebut—alih-alih menyimpannya—bisa turun drastis. Sebaliknya, dalam bull market, orang cenderung lebih percaya diri membelanjakan kripto.

Ketiga, belum jelas seberapa besar peran insentif (seperti cashback dalam token) dalam mendorong belanja. Banyak program kartu kripto menawarkan reward agresif—dan jika insentif ini dikurangi, aktivitas pengguna bisa melambat.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa arti “belanja kartu kripto” sebenarnya?

Ini merujuk pada penggunaan kartu debit (fisik atau virtual) yang terhubung ke dompet kripto. Saat Anda membayar di toko atau online, saldo kripto Anda (sering kali dalam bentuk stablecoin) dikonversi ke mata uang fiat (seperti USD atau EUR) secara otomatis, lalu diproses melalui jaringan Visa seperti kartu biasa.

Apakah Visa menerima Bitcoin atau Ethereum langsung?

Tidak. Visa tidak menangani aset kripto secara langsung. Yang mereka proses adalah transaksi fiat. Konversi dari kripto ke fiat dilakukan oleh mitra—seperti EtherFi atau Cypher—sebelum masuk ke jaringan Visa.

Mengapa blockchain seperti Stellar dan Solana disebut?

Karena Visa memperluas infrastruktur settlement-nya untuk mendukung stablecoin yang berjalan di blockchain tersebut. Ini berarti bank atau fintech bisa menggunakan jaringan-jaringan itu untuk menyelesaikan pembayaran secara cepat dan murah, lalu Visa menyalurkannya ke merchant global.

Apakah ini berarti kripto sudah “digunakan sehari-hari”?

Belum sepenuhnya. Meski tren positif, volume masih sangat kecil dibanding sistem pembayaran tradisional. Namun, ini adalah langkah penting menuju normalisasi—terutama jika pengalaman pengguna terus diperbaiki dan regulasi memberikan kejelasan.

Apa risiko utama bagi pengguna kartu kripto?

Risiko utamanya meliputi: volatilitas aset (jika tidak menggunakan stablecoin), biaya konversi tersembunyi, keamanan dompet, serta ketidakjelasan perlindungan konsumen jika terjadi sengketa transaksi. Regulasi di bidang ini masih berkembang di banyak negara.

NewsBTC

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.