Bitcoin Bertahan di Atas $90.000 Meski Ketegangan Geopolitik dan Likuidasi Pasar
BTC+1.8%
Harga Bitcoin tetap stabil di kisaran $91.320—naik sekitar 1,5%—meskipun terjadi serangan militer AS terhadap Venezuela dan likuidasi besar-besaran senilai $60 juta dalam posisi perdagangan kripto. Peristiwa geopolitik ini awalnya memicu kekhawatiran akan volatilitas pasar, namun respons pasar ternyata relatif tenang. Fakta bahwa aksi militer tersebut telah direncanakan dan bukan kejutan mendadak tampaknya mengurangi dampak psikologisnya terhadap investor.
Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Pasar Bitcoin baru saja mengalami likuidasi besar, terutama pada posisi short (jual), yang menunjukkan bahwa banyak trader memperkirakan penurunan harga. Namun, alih-alih jatuh, harga justru naik tipis. Di sisi lain, ketegangan geopolitik akibat serangan AS ke Venezuela—yang biasanya bisa memicu pelarian aset ke safe haven—tidak menyebabkan gejolak signifikan pada Bitcoin. Ini menarik karena dalam kasus sebelumnya, seperti konflik di Tehran pada Juni 2025, harga Bitcoin sempat turun 3% dalam hitungan jam.
Selain itu, momen ini bertepatan dengan dua simbol penting: utang nasional AS yang melampaui $38 triliun dan perayaan “Genesis Day”—peringatan blok pertama Bitcoin yang ditambang oleh Satoshi Nakamoto pada 2009. Beberapa tokoh komunitas, seperti Paolo Ardoino (CTO Tether) dan Sam Callahan, menyoroti makna simbolis ini sebagai pengingat atas keterbatasan sistem keuangan tradisional.
Mengapa Pasar Memperhatikan Ini?
Investor memantau peristiwa ini bukan hanya karena potensi dampak langsung terhadap harga, tetapi juga sebagai uji ketahanan psikologis pasar. Jika Bitcoin mampu bertahan atau bahkan menguat di tengah tekanan geopolitik dan likuidasi besar, itu bisa diartikan sebagai tanda pematangan pasar.
“Ini bukan sekadar harga yang naik—ini adalah ujian apakah Bitcoin mulai berperilaku lebih seperti aset cadangan daripada spekulasi liar,” kata seorang analis pasar yang enggan disebutkan namanya.
Hedge fund dan trader ritel kini lebih aktif memantau data on-chain dan sentimen media sosial untuk mencari sinyal awal perubahan tren. Stabilitas di tengah badai—baik likuidasi maupun konflik—menjadi indikator penting bagi mereka yang ingin memahami evolusi peran Bitcoin dalam sistem keuangan global.
Kemungkinan Dampak Jangka Menengah
Jika tren ini berlanjut, beberapa skenario mungkin muncul:
- Penguatan narasi “digital gold”: Ketahanan terhadap guncangan eksternal bisa memperkuat citra Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan geopolitik dan moneter.
- Perubahan strategi trading: Likuidasi besar pada posisi short menunjukkan bahwa pasar mungkin sedang berada dalam fase “short squeeze”, yang bisa memicu kenaikan teknis lebih lanjut.
- Fokus pada fundamental makro: Investor mungkin mulai lebih mempertimbangkan indikator makroekonomi—seperti utang pemerintah dan kebijakan moneter—dalam menilai prospek Bitcoin.
Namun, penting dicatat bahwa stabilitas saat ini belum tentu berkelanjutan. Pasar kripto tetap sangat sensitif terhadap sentimen, dan satu peristiwa tak terduga—misalnya intervensi regulator atau kegagalan protokol—bisa mengubah dinamika dalam hitungan menit.
Apa yang Masih Belum Pasti?
Meskipun harga tampak kuat, masih banyak ketidakpastian yang mengelilingi situasi ini:
- Apakah ketahanan harga ini didorong oleh permintaan riil atau hanya manipulasi jangka pendek oleh pemain besar?
- Berapa lama efek “calm before the storm” ini akan bertahan jika ketegangan di Venezuela meningkat?
- Apakah likuidasi $60 juta benar-benar telah sepenuhnya terserap pasar, atau masih ada risiko domino likuidasi lanjutan?
Selain itu, hubungan antara utang nasional AS dan harga Bitcoin masih bersifat korelatif, bukan kausal. Tidak ada bukti kuat bahwa pencapaian $38 triliun utang secara langsung mendorong kenaikan harga—meski banyak yang menggunakan momen ini untuk memperkuat narasi anti-fiat.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa artinya Bitcoin bertahan di atas $90.000 meski ada konflik di Venezuela?
Ini menunjukkan bahwa pasar tidak menganggap konflik tersebut sebagai ancaman langsung terhadap stabilitas aset digital. Selain itu, karena aksi militer sudah diprediksi sebelumnya, investor mungkin telah menyesuaikan posisi mereka lebih awal.
Mengapa likuidasi $60 juta tidak membuat harga Bitcoin jatuh?
Sebagian besar likuidasi berasal dari posisi short (jual), yang justru bisa mendorong harga naik karena mekanisme “short squeeze”. Saat harga naik, posisi short dipaksa menutup, yang menambah tekanan beli.
Apakah Genesis Day dan utang AS benar-benar memengaruhi harga?
Tidak secara langsung. Namun, momen-momen simbolis seperti ini sering digunakan oleh komunitas untuk memperkuat narasi ideologis tentang Bitcoin sebagai alternatif sistem keuangan tradisional—yang bisa memengaruhi sentimen jangka pendek.
Apakah ini pertanda Bitcoin semakin menjadi “safe haven”?
Belum tentu. Meski menunjukkan ketahanan, Bitcoin masih jauh lebih volatil dibanding emas atau dolar AS dalam krisis nyata. Statusnya sebagai safe haven masih dalam tahap eksperimen dan sangat bergantung pada konteks.
Apa yang harus diperhatikan investor selanjutnya?
Investor sebaiknya memantau data on-chain (seperti aliran ke exchange), aktivitas whale, dan perkembangan geopolitik di Venezuela. Selain itu, kebijakan suku bunga The Fed dan inflasi AS tetap menjadi faktor makro yang lebih dominan dalam jangka menengah.
NewsBTCLangkah Selanjutnya
Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:
Mulai Investasi Crypto
Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.
Panduan Membeli Crypto →Disclaimer Risiko
Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.
Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.