BTC $68,851.00 +3.89%
ETH $2,053.83 +6.06%
XRP $1.41 +4.13%
ADA $0.28 +5.72%
SOL $84.83 +8.40%

Siklus 4 Tahun Bitcoin Dinyatakan “Mati” oleh Analis di Tengah Perubahan Pasar

Siklus 4 Tahun Bitcoin Dinyatakan "Mati" oleh Analis di Tengah Perubahan Pasar

Salah satu narasi paling populer dalam dunia kripto selama bertahun-tahun adalah “siklus 4 tahun Bitcoin”. Teori ini menyatakan bahwa harga Bitcoin cenderung mengalami lonjakan besar sekitar setiap empat tahun—tepat setelah peristiwa halving, yaitu saat imbalan penambang dibelah dua. Namun, belakangan ini, sejumlah analis mulai mempertanyakan validitas pola tersebut.

Baru-baru ini, seorang analis ternama menyatakan bahwa siklus 4 tahun itu “sudah mati”. Pernyataan ini muncul di tengah perubahan struktural pasar kripto, termasuk adopsi institusional yang semakin luas, regulasi global yang ketat, serta dinamika makroekonomi yang berbeda dari masa lalu.

Mengapa Siklus 4 Tahun Bitcoin Dipertanyakan?

Perubahan Fundamental di Pasar Kripto

Dulu, pasar Bitcoin didominasi oleh investor ritel dan spekulan jangka pendek. Kini, institusi keuangan besar seperti BlackRock, Fidelity, dan bank sentral mulai terlibat. Kehadiran mereka membawa volume perdagangan yang stabil, strategi investasi jangka panjang, dan pengaruh yang jauh lebih besar terhadap harga.

Selain itu, instrumen keuangan seperti ETF Bitcoin telah mengubah cara uang masuk ke ekosistem. Ini bukan lagi soal “beli dan tahan” oleh individu, melainkan aliran modal institusional yang responsif terhadap suku bunga, inflasi, dan kebijakan moneter global.

Halving Tidak Lagi Jadi Satu-Satunya Pemicu

Dalam tiga siklus sebelumnya (2012, 2016, 2020), halving diikuti oleh kenaikan harga signifikan dalam 12–18 bulan berikutnya. Namun, pasca-halving April 2024, pasar belum menunjukkan pola yang sama.

  • Adopsi ETF spot Bitcoin di AS telah menyerap pasokan baru sebelum halving terjadi.
  • Minat institusional mengurangi volatilitas ekstrem yang biasanya mendahului kenaikan harga besar.
  • Faktor eksternal seperti suku bunga The Fed dan geopolitik kini lebih dominan daripada mekanisme internal jaringan Bitcoin.

Peluang Baru di Balik Ketidakpastian

Bitcoin sebagai Aset Makro, Bukan Hanya Komoditas Spekulatif

Jika siklus 4 tahun benar-benar kehilangan relevansinya, maka Bitcoin mungkin sedang berevolusi menjadi aset makro—mirip emas atau obligasi—yang harganya dipengaruhi oleh kondisi ekonomi global, bukan hanya oleh pasokan teknis.

“Kita tidak lagi hidup di era 2017. Bitcoin kini diperdagangkan bersama S&P 500 dan imbal hasil Treasury,” kata seorang manajer aset digital di Singapura.

Pola Baru Mungkin Sedang Terbentuk

Ketidakpastian bukan berarti akhir. Justru, ini bisa menjadi awal dari pola harga yang lebih kompleks namun lebih dewasa. Alih-alih mengandalkan kalender halving, investor mungkin perlu memantau:

  • Arus masuk/keluar ETF Bitcoin
  • Indeks likuiditas global
  • Regulasi di yurisdiksi utama seperti AS, UE, dan Asia
  • Adopsi oleh negara-negara berkembang sebagai lindung nilai inflasi

Risiko dan Ketidakpastian yang Perlu Diwaspadai

Meski ada peluang, mengabaikan siklus historis sepenuhnya juga berisiko. Data historis tetap penting, meskipun konteksnya berubah. Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan:

Faktor Dampak Potensial
Regulasi ketat di AS/EU Bisa memperlambat arus modal institusional
Resesi global Aset berisiko seperti Bitcoin mungkin terjual habis
Inovasi teknologi (misalnya CBDC) Bisa mengurangi daya tarik Bitcoin sebagai alternatif

Yang pasti, pasar kripto kini jauh lebih terhubung dengan sistem keuangan tradisional. Artinya, tidak ada jaminan bahwa pola lama akan berulang—tapi juga tidak ada bukti kuat bahwa pola baru sudah mapan.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apa itu siklus 4 tahun Bitcoin?

Ini adalah teori yang menyatakan harga Bitcoin cenderung mencapai puncak sekitar 12–18 bulan setelah setiap peristiwa halving, yang terjadi kira-kira setiap empat tahun.

Mengapa analis mengatakan siklus ini “mati”?

Karena faktor-faktor baru seperti ETF, partisipasi institusional, dan kondisi makroekonomi global kini lebih berpengaruh daripada mekanisme pasokan Bitcoin saja.

Apakah halving masih penting?

Tetap penting secara teknis karena mengurangi laju inflasi pasokan, tetapi dampak harganya mungkin tidak sebesar dulu karena pasar telah berubah.

Haruskah investor masih mengandalkan siklus lama?

Tidak disarankan. Lebih baik menggunakan pendekatan holistik yang mencakup data on-chain, arus ETF, dan indikator makroekonomi.

Apa yang harus dipantau setelah halving 2024?

Arus masuk ETF Bitcoin, kebijakan suku bunga The Fed, dan adopsi institusional jangka panjang—bukan hanya pergerakan harga jangka pendek.

Langkah Selanjutnya

Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:

Mulai Investasi Crypto

Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.

Panduan Membeli Crypto →

Disclaimer Risiko

Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.

Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.