Harga AAVE Turun 10% Akibat Ketegangan Tata Kelola dan Kekhawatiran Pengalihan Biaya
Harga token AAVE mengalami penurunan tajam sebesar 10,5% dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan dalam tata kelola protokol DeFi tersebut. AAVE jatuh dari level $178 ke $159 selama sesi perdagangan Asia pada 22 Desember.
Volume perdagangan harian AAVE melonjak hingga 232%, mencapai lebih dari $600 juta—tanda kuat adanya aktivitas besar, baik dari penjualan maupun spekulasi pasar.
Kontroversi Pengalihan Biaya Swap dan Dampak pada DAO
Salah satu pemicu utama penurunan harga adalah kekhawatiran komunitas bahwa Aave Labs telah mengalihkan jutaan dolar biaya swap dari kas treasury DAO tanpa persetujuan pemegang token. Perubahan integrasi dari ParaSwap ke CowSwap berpotensi mengalihkan pendapatan tahunan sekitar $10 juta yang sebelumnya mengalir ke DAO.
Pendapatan tersebut berasal dari fitur "frontend" Aave—antarmuka pengguna yang digunakan untuk berinteraksi dengan protokol inti. Namun, banyak anggota komunitas berargumen bahwa semua pendapatan yang dihasilkan melalui ekosistem Aave seharusnya dikembalikan ke treasury DAO demi keberlanjutan jangka panjang.
- Pendapatan frontend vs. protokol inti menjadi titik perdebatan utama.
- Tidak adanya transparansi awal memicu kecurigaan terhadap niat Aave Labs.
- Komunitas khawatir hal ini bisa menjadi preseden buruk bagi proyek DeFi terdesentralisasi lainnya.
Respons Stani Kulechov dan Langkah Menuju Desentralisasi Lebih Lanjut
Stani Kulechov, pendiri Aave, merespons kritik tersebut dengan penjelasan bahwa pendapatan frontend memang secara teknis terpisah dari pendapatan protokol inti. Namun, ia mengakui pentingnya kepercayaan komunitas dan mengusulkan langkah konkret untuk memperkuat desentralisasi.
Proposal Transfer Aset Merek ke Aave DAO
Kulechov mengusulkan agar aset merek utama—seperti domain website dan akun media sosial resmi—ditransfer sepenuhnya ke kendali Aave DAO. Langkah ini bertujuan untuk memastikan bahwa identitas publik Aave tidak lagi bergantung pada entitas terpusat seperti Aave Labs.
“Desentralisasi bukan hanya soal kode, tapi juga kepemilikan dan kontrol atas infrastruktur yang mendukung komunitas,” ujar Kulechov dalam forum governance.
Jika proposal ini disetujui, ini akan menjadi salah satu langkah paling signifikan dalam sejarah Aave menuju otonomi penuh oleh komunitas.
Perbandingan: Pendapatan Protokol vs. Frontend
| Sumber Pendapatan | Milik Siapa? | Dikelola Oleh |
|---|---|---|
| Biaya pinjaman & peminjaman (protokol inti) | Aave DAO | Smart contract + voting komunitas |
| Biaya swap dari antarmuka (frontend) | Aave Labs (sebelumnya) | Tim pengembang terpusat |
Perbedaan ini memang teknis, tetapi memiliki implikasi besar terhadap persepsi desentralisasi—yang merupakan fondasi nilai dalam ekosistem DeFi.
Bitcoin Hyper (HYPER): Alternatif Baru di Ekosistem DeFi?
Di tengah gejolak AAVE, proyek baru bernama Bitcoin Hyper (HYPER) menarik perhatian investor. Ini adalah jaringan Layer-2 untuk Bitcoin yang bertujuan mengatasi masalah skalabilitas dan membawa DeFi ke ekosistem Bitcoin.
Dalam presale-nya, HYPER telah mengumpulkan dana sebesar $29,6 juta dengan harga token $0,013465. Proyek ini menawarkan APY staking sebesar 39% dan berambisi membangun ekosistem DeFi yang benar-benar native untuk Bitcoin.
Meski menarik, penting untuk dicatat bahwa HYPER masih dalam tahap awal. Risiko teknis, likuiditas, dan adopsi jangka panjang belum teruji—berbeda dengan AAVE yang sudah mapan meski sedang menghadapi tantangan tata kelola.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Apa penyebab utama penurunan harga AAVE?
Penurunan harga dipicu oleh kekhawatiran bahwa Aave Labs mengalihkan pendapatan swap senilai jutaan dolar dari treasury DAO tanpa persetujuan komunitas.
Apakah AAVE masih terdesentralisasi?
Protokol inti AAVE tetap terdesentralisasi, tetapi kontrol atas aset frontend dan merek masih dipegang Aave Labs—meski sedang diusulkan untuk dialihkan ke DAO.
Berapa potensi pendapatan yang dialihkan dari DAO?
Diperkirakan sekitar $10 juta per tahun dari biaya swap akibat perubahan integrasi dari ParaSwap ke CowSwap.
Apa itu Bitcoin Hyper (HYPER)?
HYPER adalah proyek Layer-2 untuk Bitcoin yang bertujuan memungkinkan aplikasi DeFi di atas jaringan Bitcoin, dengan presale telah mengumpulkan $29,6 juta.
Apakah staking HYPER aman?
Proyek ini masih sangat awal dan belum teruji secara luas. Meski menawarkan APY tinggi, risiko keamanan dan likuiditas tetap perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.
Langkah Selanjutnya
Lanjutkan perjalanan belajarmu dengan artikel-artikel terkait:
Mulai Investasi Crypto
Jika kamu sudah siap memulai, ikuti panduan lengkap kami tentang cara membeli cryptocurrency dengan aman.
Panduan Membeli Crypto →Disclaimer Risiko
Cryptocurrency adalah aset digital yang sangat volatil dan berisiko tinggi. Nilai crypto dapat naik atau turun drastis dalam waktu singkat. Investasi crypto bisa mengakibatkan kerugian total. CryptoEdu hanya menyediakan informasi edukasi umum dan BUKAN nasihat investasi.
Sebelum membuat keputusan investasi, konsultasikan dengan ahli keuangan bersertifikat. Tanggung jawab investasi sepenuhnya ada di tangan Anda.